Minggu, 23 Mei 2010

Hamil Kesundulan

Usia bayi masih di bawah 6 bulan, sudah ada janin lagi dalam perut sang bunda. Inilah yang disebut hamil kesundulan, hamil membumbung, juga dikenal sebagai jarak kehamilan yang terlalu dekat. Inilah yang banyak terjadi. Sebaliknya tidak pernah terjadi ibu sedang hamil tua lalu ada janin tumbuh berusia jauh lebih muda.
Kehamilan dengan jarak yang terlalu dekat banyak terjadi. Ini karena pasca 3 bulan kelahiran, kondisi rahim sudah pulih seperti biasa. Begitu juga hormone kesuburan mulai kembali aktif, meskipun secara teori hormone tersebut terhambat bila ibu menyusui secara eksklusif.
Namun kehamilan dengan jarak terlalu dekat ini mengandung resiko. Hasil penelitian the british medical journal menjelaskan, interval yang pendek antara 2 kehamilan mempertinggi resiko terjadinya komplikasi seperti kelahiran premature dan keguguran. Tim peneliti menganalisa informasi lebih dari 89.000 wanita setelah kehamilan kedua. Wanita yang mempunyai jarak kehamilan kurang dari 6 bulan, mengalami lebih banyak komplikasi dari pada wanita dengan jeda kehamilan lebih lama.
Bahkan meskipun ketika melahirkan yang pertama tanpa masalah sama sekali, atau kehamilan keduanya juga tampak sehat-sehat saja, namun tetap memiliki resiko. Mengapa bisa demikian, menurut analisa mereka, hubungan antara jarak kehamilan terlalu dekat dan kelahiran premature kemungkinan disebabkan kekurangan protein yang diperlukan untuk membantu kelahiran secara normal. Lebih lanjut jarak kehamilan yang pendek ini mengakibatkan protein tersebut tidak mempunyai kemampuan untuk mempertahankan usia kecukupan kehamilan.
Meski ada resiko, bila anda mengalaminya jangan terlalu cemas. Dengan memeriksakan kandungan secara teratur, konsultasi gizi dan kesehatan serta menerapkannya secara tepat, banyak yang bisa di lahirkan dengan selamat.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar