Rabu, 11 Mei 2011

Dampak Kasus GLA Subsidi KPR RP 2,7 M Terkatung-katung, Akad Kredit Terganjal

SRAGEN—Kasus penyimpan proyek perumahan Griya Lawu Asri (GLA) di Kabupaten Karanganyar ternyata mulai berimbas ke Kabupaten Sragen. Akibat kasus itu, nasib dana subsidi pusat sebesar Rp 2,7 miliar untuk dua proyek Kredit Perumahan Rakyat (KPR) di Bumi Sukowati hingga kini terkatung-katung. Dampak lebih signifikan, menggantungnya dana subsidi membuat pembangunan proyek KPR di Kalijambe dan Singopadu juga tersendat. Bahkan, proyek yang semula ditarget kelar 2009 itu juga terancam tak bisa terselesaikan.
Kepala Pelaksana Proyek yang juga Kepala Badan Diklat Sragen Sumarna mengatakan semestinya, dana subsidi pusat tersebut sudah cair April 2009. Namun seiring badai kasus GLA yang kini ditangani intensif oleh Kejaksaan Tinggi Jateng, dana subsidi untuk Sragen pun ikut terkatung-katung lebih dari setahun. “Gara-gara GLA, pemerintah kan jadi lebih ketat dalam mencairkan subsidi perumahan ke daerah. Nah, Sragen juga kena getahnya karena sampai sekarang subsidi Rp 2,7 miliar belum bisa cair,” paparnya Selasa (13/7). Belum cairnya subsidi, kata dia, membuat proses pembangunan tersendat. Hingga tiga tahun berjalan sejak tahun 2007, proyek tersebut baru bisa menyelesaikan sekitar 650 unit dari 1.027 unit yang ditargetkan.
“Kami sekarang fokus membuat jalan masuk ke proyek. Mau melanjutkan proyek subsidinya belum cair,” terang dia. Dampak lain yang dirasakan dari mencuatnya kasus GLA adalah proses akad kredit calon konsumen yang tersendat. Ini menyusul larangan pelibatan lembaga keuangan daerah untuk dipakai sebagai pihak yang menangani kredit maupun penerima subsidi dari pemerintah.
“Sejak adanya kasus GLA itu, proses akad kredit yang dulu di BPR Syariah sekarang dialihkan ke bank swasta yaitu BTN. Nah, problemnya, persyaratan akad kredit di bank swasta itu lebih rumit dan ketat sehingga banyak calon konsumen yang terganjal dan belum bisa akad,” tambahnya.
Bahkan, saat ini ada 150 calon konsumen yang belum bisa akad kredit meskipun unit yang dipesan sudah siap. Secara keseluruhan, dari 650 unit yang sudah selesai baru sekitar 450 yang sudah lolos akad kredit dan ditempati. (yok)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar