Selasa, 21 Desember 2010

DITEMUKAN, PLANET BERLIAN

Berbeda dengan planet bumi, mars dan venus yang disebut planet silikat karena kebanyakan mengandung senyawa silicon oksigen, planet karbon memiliki lapisan tebal nyaris berupa karbon murni. Bagian atas lapisan berupa graphite, demikian perhitungan Marc Kuchner dari Universitas Princeton, New Jersey dan Sara Seager dari Carnegie Institution, Washington. Namun lebih kedalam, tekanan yang tinggi akan mengubah graphite menjadi bentuk lain karbon yang lebih cemerlang yaitu berlian.
Graphite yang termampatkan akan berubah menjadi berlian bila mengalami tekanan tinggi. Berpotensi membentuk lapisan berlian di dalamnya hingga setebal beberapa kilometer.
Teori Kuchner dan Seager mengenai planet barlian diilhami pendapat ahli kimia kosmis Katharina Lodders dari Universitas Washington di St Louis, Missouri. Tahun lalu, Lodders mengatakan, atmosfer planet Jupiter yang kaya metana adalah bukti bahwa planet raksasa itu terbentuk disekitar inti yang berbahan dasar karbon.
Secara umum diyakini planet-planet di tata surya memiliki inti logam (besi dan nikel) serta batuan (silikat, seperti batuan dibumi). Itulah material pertama yang menjadi padat ketika awan debu dan gas atau nebula di sekitar Matahari mulai menjadi dingin dan akhirnya membentuk planet-planet. Beberapa diantaranya masih di sekitar tata surya sebagai bongkahan battu carbonaceous chondrites. Batu-batu ini seringkali jatuh ke Bumi sebagai meteorit.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar