Mengenai efek kurang baik dari judi online ini dibenarkan juga oleh psikolog Veronika Soepomo. Menurutnya, judi online dalam bentuk game bisa merusak moral anak. Terjadi pergeseran moral, itu pasti. Mereka akan menjadi malas belajar, malas sekolah, dan gemar begadang sampai pagi. Selainitu, pikiran mereka hanya focus pada permainan game. Bahkan bukan tidak mungkin pikiran mereka suatu ketika terarah pada tindakan criminal mencuri uang untuk bisa bermain game. Walaupun pencurian yang dilakukan masih kecil-kecilan atau sebatas mengambil uang orang tuanya sebesar 5.000 sampai 10.000, tetapi itu jiga berbahaya karena bisa berimbas hingga mereka dewasa.
Veronika mengungkapkan, keterlibatan anak-anak dalam perjudian online memang sangat memungkinkan. Pasalnya, anak-anak berusia Sekolah Dasar hingga SMU merupakan sosok yang sedang mencari jati diri. Orang-orang seperti itu cenderung menyukai tantangan untuk mendapatkan jati diri. Jika mereka tidak menemukan jati dirinya di rumah, akan mencarinya ke luar rumah.
Di lingkungan itulah mereka berharap bisa menemukan jati diri. Bentuk jati diri yang dicari anak usia SD sampai SMU umumnya adalah pengakuan akan kemampuan serta kekuatan yang mereka miliki. Anak-anak seusia itu ingin dianggap hebat dan ingin dianggap mampu melakukan segalanya, meski pada kenyataannya mereka belum siap untuk menjadi hebat.
Dalam mencari pengakuan itu, anak-anak cenderung menyukai segala tantangan. Sehingga setiap tantangan yang ada akan dihadapi. Mereka selalu ingin mencoba dengan lingkungannya yang baru. Bila memasuki lingkungan yang baik, maka mereka akan mendapat jati dirinya dalam kondisi baik.
Setidaknya, jiwa mereka terbentuk menjadi orang yang terarah dan karakternya menjadi lebih baik. Sebaliknya, bila menemukan lingkungan yang salah atau tidak baik, maka jati diri yang mereka temukan pun akan terbentuk kurang bagus bahkan bisa terjadi pergeseran moral dalam jiwa mereka.
Selasa, 21 Desember 2010
DITEMUKAN, PLANET BERLIAN
Berbeda dengan planet bumi, mars dan venus yang disebut planet silikat karena kebanyakan mengandung senyawa silicon oksigen, planet karbon memiliki lapisan tebal nyaris berupa karbon murni. Bagian atas lapisan berupa graphite, demikian perhitungan Marc Kuchner dari Universitas Princeton, New Jersey dan Sara Seager dari Carnegie Institution, Washington. Namun lebih kedalam, tekanan yang tinggi akan mengubah graphite menjadi bentuk lain karbon yang lebih cemerlang yaitu berlian.
Graphite yang termampatkan akan berubah menjadi berlian bila mengalami tekanan tinggi. Berpotensi membentuk lapisan berlian di dalamnya hingga setebal beberapa kilometer.
Teori Kuchner dan Seager mengenai planet barlian diilhami pendapat ahli kimia kosmis Katharina Lodders dari Universitas Washington di St Louis, Missouri. Tahun lalu, Lodders mengatakan, atmosfer planet Jupiter yang kaya metana adalah bukti bahwa planet raksasa itu terbentuk disekitar inti yang berbahan dasar karbon.
Secara umum diyakini planet-planet di tata surya memiliki inti logam (besi dan nikel) serta batuan (silikat, seperti batuan dibumi). Itulah material pertama yang menjadi padat ketika awan debu dan gas atau nebula di sekitar Matahari mulai menjadi dingin dan akhirnya membentuk planet-planet. Beberapa diantaranya masih di sekitar tata surya sebagai bongkahan battu carbonaceous chondrites. Batu-batu ini seringkali jatuh ke Bumi sebagai meteorit.
Graphite yang termampatkan akan berubah menjadi berlian bila mengalami tekanan tinggi. Berpotensi membentuk lapisan berlian di dalamnya hingga setebal beberapa kilometer.
Teori Kuchner dan Seager mengenai planet barlian diilhami pendapat ahli kimia kosmis Katharina Lodders dari Universitas Washington di St Louis, Missouri. Tahun lalu, Lodders mengatakan, atmosfer planet Jupiter yang kaya metana adalah bukti bahwa planet raksasa itu terbentuk disekitar inti yang berbahan dasar karbon.
Secara umum diyakini planet-planet di tata surya memiliki inti logam (besi dan nikel) serta batuan (silikat, seperti batuan dibumi). Itulah material pertama yang menjadi padat ketika awan debu dan gas atau nebula di sekitar Matahari mulai menjadi dingin dan akhirnya membentuk planet-planet. Beberapa diantaranya masih di sekitar tata surya sebagai bongkahan battu carbonaceous chondrites. Batu-batu ini seringkali jatuh ke Bumi sebagai meteorit.
Makeover Dalam Menggunakan Eyeshadow agar Mata Terlihat Lebih Hidup
Langkah yang pertama : Untuk jenis kulit anda yang cenderung kering, jangan lupa melapisi wajah dengan pelembab yang cocok, sebelum melapisinya dengan cream foundation. Foundation jenis krim memiliki kandungan agar lebih tinggi, sehingga tidak membuat wajah Nampak semakin kering. Lanjutkan dengan menggunakan bedak tabur. Bedak tabur dipercaya dapat membantu menangkal efek negative sinar matahari pada kulit wajah.
Langkah yang kedua : Pada mata, olesi base eyeshadow, kemudian dipulas gradasi tiga warna : coklat, bronze, dan hitam. Warna hitam menjadi aksen ujung luar kelopak untuk menaikan mata. Kemudian, bingkai mata dengan eyeliner hitam. Bagian sudut kelopak atas dibuat sedikit lebih tinggi. Sedangkan pada bagian bawah mata, eyeliner dibuat bergradasi. Sudut luar harus lebih gelap, agar mata lebih terbuka.
Langkah yang ketiga : Tambahkan mascara pada bulu mata atas dan bawah. Berikan highlight warna perak pada sudut dalam mata bagian bawah untuk kesan segar.
Langkah yang keempat : Sapukan blush on bernuansa merah muda yang lembut pada bagian tulang pipi (chic apple). Lalu dibaur dengan shimmery powder untuk menciptakan efek segar pada wajah.
Langkah yang terakhir : Pulaskan lipstick warna sheer pink menggunakan kuas, tambahkan lip gloss senada.
Langkah yang kedua : Pada mata, olesi base eyeshadow, kemudian dipulas gradasi tiga warna : coklat, bronze, dan hitam. Warna hitam menjadi aksen ujung luar kelopak untuk menaikan mata. Kemudian, bingkai mata dengan eyeliner hitam. Bagian sudut kelopak atas dibuat sedikit lebih tinggi. Sedangkan pada bagian bawah mata, eyeliner dibuat bergradasi. Sudut luar harus lebih gelap, agar mata lebih terbuka.
Langkah yang ketiga : Tambahkan mascara pada bulu mata atas dan bawah. Berikan highlight warna perak pada sudut dalam mata bagian bawah untuk kesan segar.
Langkah yang keempat : Sapukan blush on bernuansa merah muda yang lembut pada bagian tulang pipi (chic apple). Lalu dibaur dengan shimmery powder untuk menciptakan efek segar pada wajah.
Langkah yang terakhir : Pulaskan lipstick warna sheer pink menggunakan kuas, tambahkan lip gloss senada.
MAKEOVER untuk Wajah yang Relatif Gemuk dan Mata yang Sering Terlihat Lelah
Langkah yang pertama : Pilih alas bedak sesuai warna kulit. Untuk hasil riasan yang lebih natural, gunakan alas bedak cair, lalu sapukan bedak tabor dengan pilihan warna kea rah pink, untuk menciptakan kesan segar pada kulit.
Langkah yang kedua : Sebelum menggunakan eyeshadow, gunakan based ayeshadow. Aplikasikan perona mata warna pink muda pada kelopak mata dan baurkan warna shimmery beige pada tulang alis. Lanjutkan dengan melentikan bulu mata agar sorot mata terlihat lebih tajam.
Langkah yang ketiga : Pulaskan shimmery powder berwarna pink pada tulang pipi untuk menciptakan kesan segar.
Langkah yang terakhir : Bingkai bibir dengan lipliner tipis berwarna pink muda, kemudian oleskan lipstick pink muda. Hindari penggunaan blush on yang berlebih, karena akan membuat bibir yang tebal terlihat semakin penuh.
Langkah yang kedua : Sebelum menggunakan eyeshadow, gunakan based ayeshadow. Aplikasikan perona mata warna pink muda pada kelopak mata dan baurkan warna shimmery beige pada tulang alis. Lanjutkan dengan melentikan bulu mata agar sorot mata terlihat lebih tajam.
Langkah yang ketiga : Pulaskan shimmery powder berwarna pink pada tulang pipi untuk menciptakan kesan segar.
Langkah yang terakhir : Bingkai bibir dengan lipliner tipis berwarna pink muda, kemudian oleskan lipstick pink muda. Hindari penggunaan blush on yang berlebih, karena akan membuat bibir yang tebal terlihat semakin penuh.
Senin, 29 November 2010
etika bisnis
Hakekat standar moral :
1. Standar moral berkaitan dengan persoalan yang kita anggap akan merugikan secara serius atau benar-benar akan menguntungkan manusia.
2. Standar moral tidak dapat ditetapkan atau diubah oleh keputusan dewan otoritatif
tertentu.
3. Standar moral harus lebih diutamakan daripada nilai lain termasuk (khususnya)
kepentingan diri.
4. Standar moral berdasarkan pada pertimbangan yang tidak memihak.
5. Standar moral diasosiasikan dengan emosi tertentu dan kosa kata tertentu.
Dunia bisnis yang bermoral akan mampu mengembangkan etika (patokan/ rambu-rambu) yang menjamin kegiatan bisnis yang seimbang, selaras dan serasi.
Penerapan moral dalam dunia bisnis :
1. seorang pegawai datang ke kantor tepat pada waktunya.
2. seorang PNS tetap berada di kantor pada saat istirahat dan baru keluar kantor pada saat jam kerja berakhir meski pekerjaan tidak menumpuk/banyak.
Dalam menciptakan etika bisnis, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, antara lain adalah:
1. Pengendalian diri
Artinya pelaku-pelaku bisnis dan pihak yang terkait mampu mengendalikan diri mereka masing-masing untuk tidak memperoleh apapun dari siapapun dan dalam bentuk apapun.
Contoh : Disamping itu, pelaku bisnis sendiri tidak mendapatkan keuntungan dengan jalan main curang dan menekan pihak lain dan menggunakan keuntungan tersebut walaupun keuntungan itu merupakan hak bagi pelaku bisnis, tetapi penggunaannya juga harus memperhatikan kondisi masyarakat sekitarnya. Inilah etika bisnis yang “etis”.
2. Pengembangan tanggung jawab sosial (social responsibility)
Pelaku bisnis di sini dituntut untuk peduli dengan keadaan masyarakat, bukan hanya bentuk “uang” dengan jalan memberikan sumbangan, melainkan lebih kompleks lagi.
Contoh : kesempatan yang dimiliki oleh pelaku bisnis untuk menjual pada tingkat harga yang tinggi sewaktu terjadinya excess demand harus menjadi perhatian dan kepedulian bagi pelaku bisnis dengan tidak memanfaatkan kesempatan ini untuk meraup keuntungan yang berlipat ganda. Jadi, dalam keadaan excess demand pelaku bisnis harus mampu mengembangkan dan memanifestasikan sikap tanggung jawab terhadap masyarakat sekitarnya.
3. Mempertahankan jati diri dan tidak mudah untuk terombang-ambing oleh pesatnya perkembangan informasi dan teknologi.
Bukan berarti etika bisnis anti perkembangan informasi dan teknologi, tetapi informasi dan teknologi itu harus dimanfaatkan untuk meningkatkan kepedulian bagi golongan yang lemah dan tidak kehilangan budaya yang dimiliki akibat adanya tranformasi informasi dan teknologi.
4. Menciptakan persaingan yang sehat
Persaingan dalam dunia bisnis perlu untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas, tetapi persaingan tersebut tidak mematikan yang lemah, dan sebaliknya, harus terdapat jalinan yang erat antara pelaku bisnis besar dan golongan menengah ke bawah, sehingga dengan perkembangannya perusahaan besar mampu memberikan spread effect terhadap perkembangan sekitarnya. Untuk itu dalam menciptakan persaingan perlu ada kekuatan-kekuatan yang seimbang dalam dunia bisnis tersebut.
5. Menerapkan konsep “pembangunan berkelanjutan”
Dunia bisnis seharusnya tidak memikirkan keuntungan hanya pada saat sekarang, tetapi perlu memikirkan bagaimana dengan keadaan di masa mendatang. Berdasarkan ini jelas pelaku bisnis dituntut tidak meng-“ekspoitasi” lingkungan dan keadaan saat sekarang semaksimal mungkin tanpa mempertimbangkan lingkungan dan keadaan di masa datang walaupun saat sekarang merupakan kesempatan untuk memperoleh keuntungan besar.
6. Menghindari sifat 5K (Katabelece, Kongkalikong, Koneksi, Kolusi dan Komisi)
Jika pelaku bisnis sudah mampu menghindari sikap seperti ini, kita yakin tidak akan terjadi lagi apa yang dinamakan dengan korupsi, manipulasi dan segala bentuk permainan curang dalam dunia bisnis ataupun berbagai kasus yang mencemarkan nama bangsa dan negara.
7. Mampu menyatakan yang benar itu benar
Artinya kalau pelaku bisnis itu memang tidak wajar untuk menerima kredit (contoh) karena persyaratan tidak bisa dipenuhi, jangan menggunakan “katabelece” dari “koneksi” serta melakukan “kongkalikong” dengan data yang salah. Juga jangan memaksakan diri untuk mengadakan “kolusi” serta memberikan “komisi” kepada pihak yang terkait.
8. Menumbuhkan sikap saling percaya antara golongan pengusaha kuat dan golongan pengusaha ke bawah
Untuk menciptakan kondisi bisnis yang “kondusif” harus ada saling percaya (trust) antara golongan pengusaha kuat dengan golongan pengusaha lemah agar pengusaha lemah mampu berkembang bersama dengan pengusaha lainnya yang sudah besar dan mapan. Yang selama ini kepercayaan itu hanya ada antara pihak golongan kuat, saat sekarang sudah waktunya memberikan kesempatan kepada pihak menengah untuk berkembang dan berkiprah dalam dunia bisnis.
9. Konsekuen dan konsisten dengan aturan main yang telah disepakati bersama
Semua konsep etika bisnis yang telah ditentukan tidak akan dapat terlaksana apabila setiap orang tidak mau konsekuen dan konsisten dengan etika tersebut. Mengapa? Seandainya semua ketika bisnis telah disepakati, sementara ada “oknum”, baik pengusaha sendiri maupun pihak yang lain mencoba untuk melakukan “kecurangan” demi kepentingan pribadi, jelas semua konsep etika bisnis itu akan “gugur” satu demi satu.
10. Menumbuhkembangkan kesadaran dan rasa memiliki terhadap apa yang telah disepakati
Jika etika ini telah memiliki oleh semua pihak, jelas semua memberikan suatu ketentraman dan kenyamanan dalam berbisnis
11. Perlu adanya sebagian etika bisnis yang dituangkan dalam suatu hukum positif yang berupa peraturan perundang-undangan
Hal ini untuk menjamin kepastian hukum dari etika bisnis tersebut, seperti “proteksi” terhadap pengusaha lemah.
4 kebutuhan dasar yang harus dipenuhi dalam sebuah profesi :
• Kredibilitas. Masyarakat membutuhkan kredibilitas informasi dan system informasi.
• Profesionalisme. Diperlukan individu yang dengan jelas dapat diidentifikasikan oleh pemakai jasa Akuntan sebagai profesional di bidang akuntansi.
• Kualitas Jasa. Terdapatnya keyakinan bahwa semua jasa yang diperoleh dari akuntan diberikan dengan standar kinerja tertinggi.
• Kepercayaan. Pemakai jasa akuntan harus dapat merasa yakin bahwa terdapat kerangka etika profesional yang melandasi pemberian jasa oleh akuntan.
1. Standar moral berkaitan dengan persoalan yang kita anggap akan merugikan secara serius atau benar-benar akan menguntungkan manusia.
2. Standar moral tidak dapat ditetapkan atau diubah oleh keputusan dewan otoritatif
tertentu.
3. Standar moral harus lebih diutamakan daripada nilai lain termasuk (khususnya)
kepentingan diri.
4. Standar moral berdasarkan pada pertimbangan yang tidak memihak.
5. Standar moral diasosiasikan dengan emosi tertentu dan kosa kata tertentu.
Dunia bisnis yang bermoral akan mampu mengembangkan etika (patokan/ rambu-rambu) yang menjamin kegiatan bisnis yang seimbang, selaras dan serasi.
Penerapan moral dalam dunia bisnis :
1. seorang pegawai datang ke kantor tepat pada waktunya.
2. seorang PNS tetap berada di kantor pada saat istirahat dan baru keluar kantor pada saat jam kerja berakhir meski pekerjaan tidak menumpuk/banyak.
Dalam menciptakan etika bisnis, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, antara lain adalah:
1. Pengendalian diri
Artinya pelaku-pelaku bisnis dan pihak yang terkait mampu mengendalikan diri mereka masing-masing untuk tidak memperoleh apapun dari siapapun dan dalam bentuk apapun.
Contoh : Disamping itu, pelaku bisnis sendiri tidak mendapatkan keuntungan dengan jalan main curang dan menekan pihak lain dan menggunakan keuntungan tersebut walaupun keuntungan itu merupakan hak bagi pelaku bisnis, tetapi penggunaannya juga harus memperhatikan kondisi masyarakat sekitarnya. Inilah etika bisnis yang “etis”.
2. Pengembangan tanggung jawab sosial (social responsibility)
Pelaku bisnis di sini dituntut untuk peduli dengan keadaan masyarakat, bukan hanya bentuk “uang” dengan jalan memberikan sumbangan, melainkan lebih kompleks lagi.
Contoh : kesempatan yang dimiliki oleh pelaku bisnis untuk menjual pada tingkat harga yang tinggi sewaktu terjadinya excess demand harus menjadi perhatian dan kepedulian bagi pelaku bisnis dengan tidak memanfaatkan kesempatan ini untuk meraup keuntungan yang berlipat ganda. Jadi, dalam keadaan excess demand pelaku bisnis harus mampu mengembangkan dan memanifestasikan sikap tanggung jawab terhadap masyarakat sekitarnya.
3. Mempertahankan jati diri dan tidak mudah untuk terombang-ambing oleh pesatnya perkembangan informasi dan teknologi.
Bukan berarti etika bisnis anti perkembangan informasi dan teknologi, tetapi informasi dan teknologi itu harus dimanfaatkan untuk meningkatkan kepedulian bagi golongan yang lemah dan tidak kehilangan budaya yang dimiliki akibat adanya tranformasi informasi dan teknologi.
4. Menciptakan persaingan yang sehat
Persaingan dalam dunia bisnis perlu untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas, tetapi persaingan tersebut tidak mematikan yang lemah, dan sebaliknya, harus terdapat jalinan yang erat antara pelaku bisnis besar dan golongan menengah ke bawah, sehingga dengan perkembangannya perusahaan besar mampu memberikan spread effect terhadap perkembangan sekitarnya. Untuk itu dalam menciptakan persaingan perlu ada kekuatan-kekuatan yang seimbang dalam dunia bisnis tersebut.
5. Menerapkan konsep “pembangunan berkelanjutan”
Dunia bisnis seharusnya tidak memikirkan keuntungan hanya pada saat sekarang, tetapi perlu memikirkan bagaimana dengan keadaan di masa mendatang. Berdasarkan ini jelas pelaku bisnis dituntut tidak meng-“ekspoitasi” lingkungan dan keadaan saat sekarang semaksimal mungkin tanpa mempertimbangkan lingkungan dan keadaan di masa datang walaupun saat sekarang merupakan kesempatan untuk memperoleh keuntungan besar.
6. Menghindari sifat 5K (Katabelece, Kongkalikong, Koneksi, Kolusi dan Komisi)
Jika pelaku bisnis sudah mampu menghindari sikap seperti ini, kita yakin tidak akan terjadi lagi apa yang dinamakan dengan korupsi, manipulasi dan segala bentuk permainan curang dalam dunia bisnis ataupun berbagai kasus yang mencemarkan nama bangsa dan negara.
7. Mampu menyatakan yang benar itu benar
Artinya kalau pelaku bisnis itu memang tidak wajar untuk menerima kredit (contoh) karena persyaratan tidak bisa dipenuhi, jangan menggunakan “katabelece” dari “koneksi” serta melakukan “kongkalikong” dengan data yang salah. Juga jangan memaksakan diri untuk mengadakan “kolusi” serta memberikan “komisi” kepada pihak yang terkait.
8. Menumbuhkan sikap saling percaya antara golongan pengusaha kuat dan golongan pengusaha ke bawah
Untuk menciptakan kondisi bisnis yang “kondusif” harus ada saling percaya (trust) antara golongan pengusaha kuat dengan golongan pengusaha lemah agar pengusaha lemah mampu berkembang bersama dengan pengusaha lainnya yang sudah besar dan mapan. Yang selama ini kepercayaan itu hanya ada antara pihak golongan kuat, saat sekarang sudah waktunya memberikan kesempatan kepada pihak menengah untuk berkembang dan berkiprah dalam dunia bisnis.
9. Konsekuen dan konsisten dengan aturan main yang telah disepakati bersama
Semua konsep etika bisnis yang telah ditentukan tidak akan dapat terlaksana apabila setiap orang tidak mau konsekuen dan konsisten dengan etika tersebut. Mengapa? Seandainya semua ketika bisnis telah disepakati, sementara ada “oknum”, baik pengusaha sendiri maupun pihak yang lain mencoba untuk melakukan “kecurangan” demi kepentingan pribadi, jelas semua konsep etika bisnis itu akan “gugur” satu demi satu.
10. Menumbuhkembangkan kesadaran dan rasa memiliki terhadap apa yang telah disepakati
Jika etika ini telah memiliki oleh semua pihak, jelas semua memberikan suatu ketentraman dan kenyamanan dalam berbisnis
11. Perlu adanya sebagian etika bisnis yang dituangkan dalam suatu hukum positif yang berupa peraturan perundang-undangan
Hal ini untuk menjamin kepastian hukum dari etika bisnis tersebut, seperti “proteksi” terhadap pengusaha lemah.
4 kebutuhan dasar yang harus dipenuhi dalam sebuah profesi :
• Kredibilitas. Masyarakat membutuhkan kredibilitas informasi dan system informasi.
• Profesionalisme. Diperlukan individu yang dengan jelas dapat diidentifikasikan oleh pemakai jasa Akuntan sebagai profesional di bidang akuntansi.
• Kualitas Jasa. Terdapatnya keyakinan bahwa semua jasa yang diperoleh dari akuntan diberikan dengan standar kinerja tertinggi.
• Kepercayaan. Pemakai jasa akuntan harus dapat merasa yakin bahwa terdapat kerangka etika profesional yang melandasi pemberian jasa oleh akuntan.
Senin, 08 November 2010
Pengertian Etika
Pengertian Etika
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia,
etika adalah:
• Ilmu tentang apa yang baik dan yang
buruk, tentang hak dan kewajiban moral.
• Kumpulan asas/nilai yang berkenaan
dengan akhlak
• Nilai mengenai yang benar dan salah yang
dianut masyarakat.
Pengertian Etika (2)
Dari asal usul kata, Etika berasal dari
bahasa Yunani “ethos” yang berarti adat
istiadat/kebiasaan yang baik.
Perkembangan etika studi tentang
kebiasaan manusia berdasarkan
kesepakatan, menurut ruang dan waktu
yang berbeda, yang menggambarkan
perangai manusia dalam kehidupan pada
umumnya.
Moral
• Sony Keraf (1991): moralitas adalah sistem
tentang bagaimana kita harus hidup dengan
baik sebagai manusia.
• Frans Magnis Suseno (1987): etika adalah
sebuah ilmu dan bukan sebuah ajaran.
• Moralitas menekankan, “inilah cara anda
melakukan sesuatu”
• Etika lebih kepada, “mengapa untuk
melakukan sesuatu itu harus menggunakan
cara tersebut?
Faktor yang mempengaruhi
pelanggaran Etika
• Kebutuhan Individu
Korupsi alasan ekonomi
• Tidak ada pedoman
Area “abu-abu”, sehingga tak ada
panduan
Etika & Moral Secara
etimologi, etika dapat disamakan dengan
Moral. Moral berasal dari bahasa latin “mos”
yang berarti adat kebiasaan. Moral lebih
kepada rasa dan karsa manusia dalam
melakukan segala hal di kehidupannya. Jadi
Moral lebih kepada dorongan untuk mentaati
etika.
Faktor yang mempengaruhi
pelanggaran Etika (2)
• Perilaku dan kebiasaan individu
Kebiasaan yang terakumulasi tak dikoreksi
• Lingkungan tidak etis
Pengaruh dari komunitas
• Perilaku orang yang ditiru
Efek primordialisme yang kebablasan.
Sanksi Pelanggaran Etika
• Sanksi Sosial Skala relatif kecil,
dipahami sebagai kesalahan yang
dapat “dimaafkan”.
• Sanksi Hukum Skala besar, merugikan hak
pihak lain. Hukum Pidana menempati
prioritas utama, diikuti oleh hukum Perdata
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia,
etika adalah:
• Ilmu tentang apa yang baik dan yang
buruk, tentang hak dan kewajiban moral.
• Kumpulan asas/nilai yang berkenaan
dengan akhlak
• Nilai mengenai yang benar dan salah yang
dianut masyarakat.
Pengertian Etika (2)
Dari asal usul kata, Etika berasal dari
bahasa Yunani “ethos” yang berarti adat
istiadat/kebiasaan yang baik.
Perkembangan etika studi tentang
kebiasaan manusia berdasarkan
kesepakatan, menurut ruang dan waktu
yang berbeda, yang menggambarkan
perangai manusia dalam kehidupan pada
umumnya.
Moral
• Sony Keraf (1991): moralitas adalah sistem
tentang bagaimana kita harus hidup dengan
baik sebagai manusia.
• Frans Magnis Suseno (1987): etika adalah
sebuah ilmu dan bukan sebuah ajaran.
• Moralitas menekankan, “inilah cara anda
melakukan sesuatu”
• Etika lebih kepada, “mengapa untuk
melakukan sesuatu itu harus menggunakan
cara tersebut?
Faktor yang mempengaruhi
pelanggaran Etika
• Kebutuhan Individu
Korupsi alasan ekonomi
• Tidak ada pedoman
Area “abu-abu”, sehingga tak ada
panduan
Etika & Moral Secara
etimologi, etika dapat disamakan dengan
Moral. Moral berasal dari bahasa latin “mos”
yang berarti adat kebiasaan. Moral lebih
kepada rasa dan karsa manusia dalam
melakukan segala hal di kehidupannya. Jadi
Moral lebih kepada dorongan untuk mentaati
etika.
Faktor yang mempengaruhi
pelanggaran Etika (2)
• Perilaku dan kebiasaan individu
Kebiasaan yang terakumulasi tak dikoreksi
• Lingkungan tidak etis
Pengaruh dari komunitas
• Perilaku orang yang ditiru
Efek primordialisme yang kebablasan.
Sanksi Pelanggaran Etika
• Sanksi Sosial Skala relatif kecil,
dipahami sebagai kesalahan yang
dapat “dimaafkan”.
• Sanksi Hukum Skala besar, merugikan hak
pihak lain. Hukum Pidana menempati
prioritas utama, diikuti oleh hukum Perdata
Minggu, 23 Mei 2010
Wajah Gatal Bila Memakai Bedak
Agar penampilan menarik seharusnya anda memakai bedak. Namun anda kelihatannya tidak cocok dengan bedak yang anda miliki selama ini. Karena itu jangan gunakan lagi bedak itu.
Pilih bedak yang cocok dengan kulit anda. Saat membeli pastikan bedak tersebut cocok buat anda. Bila tidak cocok, efeknya seperti gatal-gatal. Mengetahui cocok tidaknya bedak dengan kulit anda tidak sulit. Usapkan sedikit bedak di kulit tangan, tunggu 10 menit, bila tidak ada reaksi gatal atau kemerahan berarti cocok buat anda. Di samping itu, rawat wajah setiap hari menggunakan pembersih dan penyegar agar bersih dan segar.
Pilih bedak yang cocok dengan kulit anda. Saat membeli pastikan bedak tersebut cocok buat anda. Bila tidak cocok, efeknya seperti gatal-gatal. Mengetahui cocok tidaknya bedak dengan kulit anda tidak sulit. Usapkan sedikit bedak di kulit tangan, tunggu 10 menit, bila tidak ada reaksi gatal atau kemerahan berarti cocok buat anda. Di samping itu, rawat wajah setiap hari menggunakan pembersih dan penyegar agar bersih dan segar.
Langganan:
Postingan (Atom)